LEMBAGA pendidikan non-profit luar negeri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh konsultan pendidikan biasa.
Lembaga ini sering kali juga bertindak sebagai administrator beasiswa yang diberikan oleh pemerintah asal masing-masing lembaga itu. Manajer British Council (BC) Indonesia, Gusni Puspitasari mengatakan, saat ini BC adalah administrator bagi Chevening Scholarship milik pemerintah Inggris. “Kami yang mengurus soal beasiswa ini,” katanya.
Gusni menjelaskan, tujuan dari beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Inggris ini adalah memberikan kesempatan bagi para generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk meraih gelar master sesuai minat mereka. Denganitu, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara asal mereka.
Begitu juga dengan Netherlands Education Support Office (NESO) yang menjadi administrator program beasiswa StuNed milik pemerintah Belanda. Beasiswa ini diprioritaskan bagi staf pemerintah (pusat dan daerah), aktivis LSM, staf pengajar di perguruan tinggi, juga para wartawan.
Ariono Hadipuro, Education Promotion NESO menjelaskan, pemberian beasiswa ini adalah salah satu bentuk hubungan Belanda-Indonesia, sehingga program beasiswa ini sering diselaraskan dengan titik berat pembangunan di Indonesia. Setiap tahunnya, ada sekitar 150–200 beasiswa StuNed ditawarkan di Indonesia.
“Sebenarnya, program beasiswa ini adalah bantuan pemerintah Belanda. Tetapi, tidak diberikan dalam bentuk uang, melainkan beasiswa karena dinilai lebih memberikan manfaat daripada dalam bentuk uang. Makanya, para penerima beasiswa ini diminta mengaplikasikan ilmunya untuk membangun masyarakat saat mereka kembali,” tukasnya.
Begitu juga dengan Educational Advising Service (EAS). Lembaga ini adalah administrator beasiswa Fulbright. Beasiswa yang digagas oleh senator asal Arkansas, J William Fulbright ini telah banyak memberikan kesempatan pada banyak pelajar di negara-negara di luar Amerika Serikat (AS) untuk belajar di sana. Begitu terkenalnya beasiswa yang sudah berusia 60 tahun ini, sampai muncul istilah “Fulbright Experience”.
Sebuah pengalaman baru yaitu ketika penerima beasiswa Fulbright banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama kuliah di AS dan juga ketika kembali untuk menerapkan ilmu mereka. Sedangkan Australian Education Centre (AEC) juga berperan sebagai administrator bagi beasiswa AusAid milik pemerintah Australia .
Untuk lima tahun ke depan, sejak 2006 lalu, melalui beasiswa ini, pemerintah Australia memberikan kesempatan pada 9.200 mahasiswa dari hampir seluruh dunia untuk mendapatkan beasiswa ini dan melanjutkan kuliah di negeri Kanguru itu.(helmi firdaus, Koran Sindo, 30 Mei 2008)
Selengkapnya...
Read More..