Senin, 09 Juni 2008

Master Scholarship in Various Program at Gadjah Mada University

Graduate School of Gadjah Mada University offers scholarship for Master Degree (S2) study at Gadjah Mada University.

Requirements:
  1. Earned S1 from GMU (Gadjah Mada University)
  2. GPA Minimum 3.25
  3. Toefl score minimum 450
  4. Submit application form along with documents needed
  5. Attend and pass from interview which will be held on 20 June, 09.00 – 11.00 WIB at Graduate School of GMU Building

For further information please contact:
Marem Warsito (mobile: 0818 277 198),
Gedung Sekolah Pascasarjana UGM,
Jl. Teknika Utara, Pogung,
Yogyakarta, 55281,
Tlp: (0274) 544976;
Fax: (0274) 564239,
Email: ppsugm@idola.net.id;
website: http://www.pasca.ugm.ac.id/

Please download click here

Selengkapnya...

Read More..

Jumat, 30 Mei 2008

British Council sebagai Administrator Beasiswa

LEMBAGA pendidikan non-profit luar negeri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh konsultan pendidikan biasa.

Lembaga ini sering kali juga bertindak sebagai administrator beasiswa yang diberikan oleh pemerintah asal masing-masing lembaga itu. Manajer British Council (BC) Indonesia, Gusni Puspitasari mengatakan, saat ini BC adalah administrator bagi Chevening Scholarship milik pemerintah Inggris. “Kami yang mengurus soal beasiswa ini,” katanya.

Gusni menjelaskan, tujuan dari beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Inggris ini adalah memberikan kesempatan bagi para generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi untuk meraih gelar master sesuai minat mereka. Denganitu, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara asal mereka.

Begitu juga dengan Netherlands Education Support Office (NESO) yang menjadi administrator program beasiswa StuNed milik pemerintah Belanda. Beasiswa ini diprioritaskan bagi staf pemerintah (pusat dan daerah), aktivis LSM, staf pengajar di perguruan tinggi, juga para wartawan.

Ariono Hadipuro, Education Promotion NESO menjelaskan, pemberian beasiswa ini adalah salah satu bentuk hubungan Belanda-Indonesia, sehingga program beasiswa ini sering diselaraskan dengan titik berat pembangunan di Indonesia. Setiap tahunnya, ada sekitar 150–200 beasiswa StuNed ditawarkan di Indonesia.

“Sebenarnya, program beasiswa ini adalah bantuan pemerintah Belanda. Tetapi, tidak diberikan dalam bentuk uang, melainkan beasiswa karena dinilai lebih memberikan manfaat daripada dalam bentuk uang. Makanya, para penerima beasiswa ini diminta mengaplikasikan ilmunya untuk membangun masyarakat saat mereka kembali,” tukasnya.

Begitu juga dengan Educational Advising Service (EAS). Lembaga ini adalah administrator beasiswa Fulbright. Beasiswa yang digagas oleh senator asal Arkansas, J William Fulbright ini telah banyak memberikan kesempatan pada banyak pelajar di negara-negara di luar Amerika Serikat (AS) untuk belajar di sana. Begitu terkenalnya beasiswa yang sudah berusia 60 tahun ini, sampai muncul istilah “Fulbright Experience”.

Sebuah pengalaman baru yaitu ketika penerima beasiswa Fulbright banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama kuliah di AS dan juga ketika kembali untuk menerapkan ilmu mereka. Sedangkan Australian Education Centre (AEC) juga berperan sebagai administrator bagi beasiswa AusAid milik pemerintah Australia .

Untuk lima tahun ke depan, sejak 2006 lalu, melalui beasiswa ini, pemerintah Australia memberikan kesempatan pada 9.200 mahasiswa dari hampir seluruh dunia untuk mendapatkan beasiswa ini dan melanjutkan kuliah di negeri Kanguru itu.(helmi firdaus, Koran Sindo, 30 Mei 2008)

Selengkapnya...

Read More..

Pusat Informasi dan Konsultasi

LEMBAGA-lembaga non-profit itu punya tugas utama menjembatani antara pelajar Indonesia dan universitas-universitas yang bakal jadi tempat tujuan studi mereka.

Mereka menyediakan semua informasi yang diperlukan bagi pelajar Indonesia yang hendak melanjutkan studi di luar negeri.“Jadi,orangorang Indonesia tidak perlu susah-susah datang ke luar negeri hanya untuk mendapatkan informasi. Cukup datang ke kami saja,” tutur Liza.

Hampir semua informasi soal perguruan tinggi di negara tujuan ada di lembaga non-profit itu. Mulai brosur, leaflet, hingga form aplikasi. Semua informasi itu selalu diperbaharui sehingga tidak ada perbedaan antara informasi yang diberikan langsung oleh universitas dengan informasi yang diberikan oleh lembaga-lembaga non-profit itu.

Selain sebagai pusat informasi, lembaga non-profit itu juga memberikan konsultasi pada pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.Semua lembaga-lembaga itu punya penasihat yang akan memberikan bimbingan dan panduan mengenai apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan jika ingin bersekolah di masing-masing negara.

Konsultasi itu gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali. “Konsultasi itu terbuka bagi siap saja yang berminat melanjutkan sekolah ke luar negeri,”sambung Liza. EAS misalnya,menyediakan konsultasi perorangan dengan janji bagi yang tertarik untuk melanjutkan studi di AS.

Setiap kantor EAS mempunyai penasihat yang akan memberikan informasi tentang kesempatan belajar di perguruan tinggi di AS. Penasihat tersebut akan membantu siswa menentukan tujuan pendidikan dan bidang studi yang menarik buat mereka. Peran sedikit berbeda diambil oleh BC Indonesia.

BC Indonesia memberikan konsultasi via e-mailkepada para pelajar Indonesia yang tertarik belajar di Inggris. Namun, jika ingin mendapatkan informasi yang lebih detail, BC Indonesia akan mempertemukan para pelajar Indonesia dengan perwakilan perguruan tinggi di Inggris. Hampir setahun sekali BC Indonesia menggelar pameran rutin pendidikan Inggris.(helmi firdaus, Koran Sindo 30 Mei 2008)

Selengkapnya...

Read More..

Pilih Kuliah di Luar Negeri atau Dalam Negeri

POTENSIAL, Australian Education Center (AEC) menilai Indonesia merupakan pasar potensial bagi lembaga pendidikan di Negeri Kanguru itu. Selain melalui jalur reguler, Pemerintah Australia juga menyediakan beasiswa untuk jenjang pendidikan S-1 dan S-2 bagi mahasiswa asing.

PELAJARIndonesia tidak perlu khawatir jika ingin melanjutkan kuliah di luar negeri.Banyak lembaga non-profit asing yang memberikan bantuan untuk mewujudkan keinginan itu.

Lembaga-lembaga itu umumnya berada di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Biasanya, mereka adalah perpanjangan tangan dari pemerintah masing-masing negara yang menawarkan sekolah bagi pelajar Indonesia. Beberapa contohnya adalah Australian Education Centre (AEC) yang merupakan perwakilan dari Pemerintah Australia.

Lalu ada Netherlands Education Support Office (NESO) untuk Belanda, British Council (BC) untuk Inggris dan Educational Advising Service (EAS) untuk Amerika Serikat (AS). Banyaknya lembaga itu,tidak bisa dimungkiri menunjukkan Indonesia mendapatkan perhatian lebih dari dunia internasional.

Salah satunya karena Indonesia adalah pasar potensial bagi negara-negara itu untuk mendapatkan pemasukan dari sektor pendidikan. Berdasarkan data dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), lulusan SMA tahun ajaran 2006/2007 berjumlah 1.076.154.Jumlah ini tentu jumlah yang luar biasa.

“Harus diakui, pertimbangan Indonesia sebagai pasar memang ada.Tetapi, itu bukan menjadi satu-satunya alasan utama,” kata Irene Pingkan Umboh,Manajer AEC Jakarta. Berdasarkan data AEC, pada tahun ajaran 2006/2007, AEC telah membantu keberangkatan 5.500 mahasiswa (S-1 dan S-2) ke Australia.

Sampai saat ini,menurut Irene, ada sekitar 15.000 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Australia. “Rata-rata per tahun sekitar 5.000 orang yang berangkat kuliah di Australia,” kata Irene yang alumnus Blue Mountain Hotel School Australia ini. Irene mengungkapkan, peningkatan kerja sama dan hubungan antarkedua negara di bidang pendidikan sebagai tujuan utama mereka.

Tujuan lainnya adalah membantu para pelajar Indonesia mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas di luar negeri. “Fakta bahwa Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikan itu ada dan harus diakui,”lanjutnya.

Australia, ungkap Irene, bisa mengambil peran dalam bidang itu.Terlebih, secara geografis, letak Australia berdekatan dengan Indonesia. Malah, banyak yang menyebut Australia sebagai tetangga belakang halaman Indonesia.

“Faktor ini pula yang membuat mengapa hubungan dan kerja sama yang baik antar kedua negara ini makin penting,”tuturnya. Selain faktor pasar dan peningkatan kerja sama, ada juga faktor sejarah seperti yang ada pada NESO.

“Indonesia dan Belanda kan punya sejarah sejak zaman kolonial dulu. Saya kira itu salah satu alasan mengapa Indonesia adalah negara pertama di mana ada lembaga non-profit bidang pendidikan Belanda,” kata Liza Marsin, Education Promotion Manager NESO Indonesia. Selain di Indonesia, NESO juga ada di lima negara lain, antara lain di China dan Vietnam.

Sumber: Koran Sindo, 30 Mei 2008


Selengkapnya...

Read More..

Minggu, 25 Mei 2008

How to get scholarship, step by step

Dear all,
Since many people asked me for some tips on how to get scholarship, I think I just write it down for everyone. Remember, this is what I think and what happened to me. This is does not mean that the content is absolute truth.


How to get scholarship, step by step

1. Lay an eye to particular scholarship.

I usually look at scholarship advertisment. If I found it interested, then I will apply. Although it is possible to find the department where you want to study first then apply the scholarship, I don`t do that because usually the nominal of scholarship is small. I am only interested to fully funding scholarship. Some scholarship, however, request you to apply officially to university and get accepted before apply the scholarship (mostly European scholarship I think)

2. Get the scholarship form and read it carefully

Make sure that you are elligible to the scholarship, you are within the age range, the topic you want is included, your background is acceptable etc. Some scholarship is mainly for gov. employee, some are for age 35 and below, you fulfil the minimum language requirements etc.

3. Find the university you want to go

Make sure that you know where you want to go. Only very few scholarship that just want you to write down what subject you want to do and you can choose the university later. Again, check the requirements carefully

4. Collecting the requirement

Be very careful with the requirement. If it requires international TOEFL/IELTS, then do it. If it is not specified, better ask than sorry. If it asked for 2 recommendations, get two, some even specifically asked for direct supervisor, make sure you get it as well. Some scholarship request you to develop contact with the department you want to study, then try to get it.

5. Make sure that your application is "selling"

Imagine yourself the person who need to select which application is acceptable, which is not. That person need to look hundreds and maybe thousands of application. Make sure that your application is neat, clear, concise, to the point and rich instead making it a flowery boring story that nobody want to finish reading it. Think, what is your strong point that makes you different from others, what is the founder agenda etc. Also make sure that when they say one page explanation, it`s one page. Try to put as much related information in the limited space

6. Pay attention to deadline

Things to consider:

  1. Scholarship cost lots of money. Think that it is the founder investing the money on you. What can you give them in return. Therefore you must have a clear idea why you want to take the degree, why it is important for you to take that degree, what your future plan is, how the degree will support your plan, what is the benefit of your degree and knowledge for you, for your office, for your country and for the founder. Remember, no need to bluffing and saying things like "solving poverty problem in Indonesia" but be more specific and achievable such enhancing teaching language curriculum in University ABC, particularly in terms of develooping comprehensive student learning by doing approach. You must have the confidence that you need the degree, you can do it, and you can implement your knowledge in your work.
  2. Master and above degree is not a path to get a job. I was wrong and tought master is sellable to get a better job. To some extend yes, but it is actually wiser to think that master should be used to enhance your qualification at work. Therefore, make sure that your educational background, your work and your proposed study are matched, or at least try to matched them.
  3. Have confidence. Technically, passing the administration selection is the most difficult part. Possibility for a person to pass interview is much higher than passing the administration part. If you keep failing in the interview part, means that you are not really clear about your own proposed study (or you can`t express it well). During the interview, make sure that it is you that lead the interview, you should elaborate each question, and it is quite important to be original. Sometimes it looks nice if you quote from other sources (to make you look smarter). I like to quote Confucius saying during interview. During my interview for ASF, the major question was, "why do you want to this topic, and why you do it in South China? ." The answer: "Majority of research in this issue discuss the problems that occur in North China. If I do it in the north like other scholars, what will be my additional value? The project will use new approach in looking at the China`s one child policy beyond the common pattern where instead of comparing single and non single child, I compare male and female single child. That is my scholarly contribution for the discourse. Later one of the professor said that he is very impress with that answer, because they looking for original approach. So, make sure that you have the confidence, you have the educational background in that issue, and you seems know what you are going to do,
  4. Get the requirements they want

    Make sure that you can fulfil all the requirements. It is very useful if you have some additional things that you can offer. In my situation, I get involve with lots of social organisations dealing with HIV, drug abuse, community empowerment etc. Since I am doing social studies, these are very positive addition for my applications. Trainings, seminars, articles are important too.
    Hope that the info are useful.

    Anggiet

Selengkapnya...

Read More..